Penyusunan RKS dan RKAS atau RKJM dan RKT berdasarkan hasil EDS

 








KEGIATAN BEST PRACTICES PENGAWAS SEKOLAH

PENINGKATAN AKREDITASI DAN
PENEGAKAN DISIPLIN SEKOLAH
MELALUI TOTAL QUALITY MANAGEMENT
DI SMA ISLAM NW AL-AZHAR KAYANGAN
TAHUN 2015/2016


Oleh :
Drs. Yunianto Agung Wahyudi
NIP. 19640602 199403 1 009





PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK BARAT
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Jalan Soekarno-Hatta Giri Menang, Gerung Lombok Barat


PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH BEST PRACTICES

Yang bertandatangan di bawah ini :
Nama               : Drs. YUNIANTO AGUNG WAHYUDI
NIP                 : 19640602 199403 1 009
NUPTK           : 3934 7426 4520 0002
Jabatan                        : Pengawas Sekolah
Judul Laporan :
PENINGKATAN AKREDITASI DAN
PENEGAKAN DISIPLIN SEKOLAH
MELALUI TOTAL QUALITY MANAGEMENT
DI SMA ISLAM NW AL-AZHAR KAYANGAN
TAHUN 2015/2016

Menyatakan bahwa karya tulis Best Practices yang disusun seluruhnya asli hasil kerja sendiri, bukan plagiat, dan merupakan laporan kegiatan Kepengawasan Manajerial di SMA Islam NW Al-Azhar Kayangan, Batulayar Lombok Barat pada tahun pelajaran 2015/2016..

Pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila di kemudian hari terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku.

Gerung, 2 Juni 2016
Mengetahui;                                                                Yang membuat pernyataan,
Koordinator Pengawas Sekolah
Kabupaten Lombok Barat,

ttd                                                                               ttd

Drs. H. Agus Sukresnayasa, M.M.                             Drs. Yunianto Agung Wahyudi
NIP. 19620923 198803 1 008                                                NIP. 19640602 199403 1 009

LEMBAR PERSETUJUAN


Judul Best Practices    :
PENINGKATAN AKREDITASI DAN PENEGAKAN DISIPLIN SEKOLAH
MELALUI TOTAL QUALITY MANAGEMENT
DI SMA ISLAM NW AL-AZHAR KAYANGAN
TAHUN 2015/2016

Oleh                            : Drs. YUNIANTO AGUNG WAHYUDI
NIP                             : 19640602 199403 1 009
NUPTK                       : 3934 7426 4520 0002
Jabatan                                    : Pengawas Sekolah

telah disetujui dan disyahkan oleh Koordinator Pengawas Sekolah Kabupaten Lombok Barat dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat.

Disetujui dan disayhkan di : Gerung
Pada tanggal   : 2 Juni 2016
Oleh :

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan               Koordinator Pengawas,
Kabupaten Lombok Barat,

ttd                                                                               ttd

H. ILHAM, S.Pd., M.Pd.                                           Drs. H. Agus Sukresnayasa, M.M.
Pembina Tk I (IV/b)                                                    NIP. 19620923 198803 1 008
NIP. 19651231 198803 1 240

KATA PENGANTAR

Sudah selayaknya apabila puja dan puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat-NYA penyusunan Best Practices yang mengangkat tema Pelaksanaan Tugas Kepengawasan terutama dalam hal Supervisi Manajerial ini dapat terselesaikan.

Total Quality Management adalah suatu metode yang dipergunakan untuk melaksanakan pembinaan sekolah dalam meningkatkan akreditasi sekolah dan menegakkan disiplin Guru, dan warga sekolah lainnya

Tiada ungkapan dan kata yang terindah, selain ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian penyusunan metode Total Quality Management dan penulisannya, terutama kepada Yth. :
1.      Guru-guru dan Karyawan, serta warga SMA Islam NW Al-Azhar Kayangan, Batulayar Lombok Barat;
2.      Kepala SMA Islam NW Al-Azhar Kayangan, Batulayar Lombok Barat;
3.      Koordinator Pengawas, dan semua Pengawas Sekolah SMA Kabupaten Lombok Barat;
4.      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, dan:
5.      Semua pihak yang tidak dapat disebutkan semuanya.

Untuk keperluan penyempurnaan, segala saran dan masukkan dari semua pihak sangat diharapkan adanya. Akhirnya, semoga metode ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Mataram, 2 Juni 2016
Penyusun,

ttd

Drs. Yunianto Agung Wahyudi
NIP. 19640602 199403 1 009
ABSTRAK

PENINGKATAN AKREDITASI SEKOLAH DAN PENEGAKAN DISIPLIN SEKOLAH
MELALUI TOTAL QUALITY MANAGEMENT
DI SMA ISLAM NW AL-AZHAR KAYANGAN
TAHUN 2015/2016
Oleh :
Drs. Yunianto Agung Wahyudi

Kata Kunci :
Tugas Kepengawasan, Total Quality Management, Akreditasi Sekolah, Penegakan Disiplin

Kegiatan kepengawasan adalah kegiatan pengawas sekolah dalam menyusun program pengawasan, melaksanakan program pengawasan, evaluasi hasil pelaksanaan program, dan melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru. Sebagaimana diamanatkan dalam Permen No. 74 Tahun 2008, tentang Guru pada pasal 15 ayat 4, dijelaskan bahwa pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial. Dengan demikian pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya.

Metode Total Quality Management memberikan alternatif pelaksanaan supervisi manajerial, evaluasi dan strategi pembinaan sebagai langkah tindak lanjut. Total Quality Management adalah sebuah perubahan kultur berjangka panjang harus direncanakan (Sallis, 2006:11). Mutu tidak terjadi begitu saja, tetapi ia harus direncanakan. Mutu harus menjadi bagian penting dari strategi institusi dan harus didekati secara sistematis dengan menggunakan proses perencanaan strategis.

Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. BAN-S/M memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang di akreditasi dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah (PP No.19 tahun 2005).

Penegakan disiplin sekolah, menghasilkan perubahan penilaian pihak luar terhadap sekolah yang lebih disiplin, tertib,  dan  lingkungan yang rapi dan indah. Perolehan hadiah berbagai lomba baik akademik maupun non akademik membawa dampak, yaitu citra  sekolah yang semakin  tinggi dan menunjukkan  kemajuan  yang signifikan. Penegakan disiplin sekolah, menghasilkan perubahan penilaian pihak luar terhadap sekolah yang lebih disiplin dan tertib.































DAFTAR ISI

Halaman :
HALAMAN JUDUL
………………………………
i
PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH BEST PRACTICES

………………………………

ii
LEMBAR PERSETUJUAN
………………………………
iii
KATA PENGANTAR
………………………………
iv
ABSTRAK
………………………………
v
DAFTAR ISI
………………………………
vii
DAFTAR TABEL
………………………………
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Permasalahan
C.     Strategi Pemecahan Masalah

………………………………
………………………………
………………………………
………………………………

1
2
2
2

BAB II
IMPLENETASI BEST PRACTICES
A.       Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah
B.       Implementasi Strategi
C.       Hasil Yang Dicapai
D.       Dampak Yang Dicapai
E.        Kendala Yang Dihadapi
F.        Faktor Pendukung
G.       Alternatif Pengembangan

………………………………

………………………………
………………………………
………………………………
………………………………

………………………………
………………………………
4

4
4
6
8
9
10
10

BAB IV
PENUTUP
A.       Simpulan
B.       Rekomendasi Operasional
………………………………
………………………………
………………………………
12
12
12

DAFTAR PUSTAKA

………………………………


13
LAMPIRAN-LAMPIRAN








DAFTAR TABEL
Halaman :

Tabel 1 :
Hasil EDS pada Bulan Mei 2015 Tahun Pelajaran 2014/2015
di SMA Islam NW Al-Azhar ……………………………………………………………….      14

Ttabel 2 :
Hasil EDS Bulan September 2015 Tahun Pelajaran 2015/2016
di SMA Islam NW Al-Azhar setelah Total Quality Management diterapkan ………………     15











BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Total Quality Management adalah sebuah perubahan kultur berjangka panjang harus direncanakan (Sallis, 2006:11). Mutu tidak terjadi begitu saja, tetapi ia harus direncanakan. Mutu harus menjadi bagian penting dari strategi institusi dan harus didekati secara sistematis dengan menggunakan proses perencanaan strategis.

Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas. BAN-S/M memberikan rekomendasi penjaminan mutu pendidikan kepada program dan/atau satuan pendidikan yang di akreditasi dan kepada Pemerintah dan Pemerintah Daerah (PP No.19 tahun 2005).

Dalam proses pendidikan, pengawasan  atau supervisi merupakan bagian tidak terpisahkan dalam upaya peningkatan prestasi belajar dan mutu sekolah. Sahertian (2000: 19) menegaskan bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan adalah usaha memberikan layanan kepada stakeholders pendidikan, terutama kepada guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pendidikan.

Peranan guru selain sebagai pengajar, juga berperan sebagai seorang pendidik. Pendidik adalah setiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusian yang lebih tinggi sehingga sebagai pendidik, seorang guru harus memiliki kesadaran atau mempunyai tugas dan kewajiban untuk mendidik.  Keteladan guru dapat dilihat dari perilaku guru sehari-hari baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Selain keteladanan guru, kedisiplinan guru juga menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh guru sebagai seorang pengajar dan pendidik. Di sekolah binaan penulis sering menjumpai kondisi kedisiplinan dan keteladanan guru sangat kurang.

Perbaikan kondisi sekolah binaan ditandai dengan peorehan peringkat akreditasi sekolah yang tinggi, guru yang semakin profesional, sejahtera, dan bermartabat, suasana sekolah yang kondusif, berdisiplin dan berkarakter tinggi, serta sekolah yang bermutu.

B.        Permasalahan
Berdasarkan  latar belakang di atas, permasalahan best prectice ini dirumuskan sebagai berikut.
1.    Bagaimanakah implementasi Total Quality Management mengefektifkan kinerja kepala sekolah?
2.    Bagaimanakah hasil implementasi Total Quality Management?
3.    Bagaimanakah dampak implementasi Total Quality Management?

C.       Strategi Pemecahan Masalah
1.    Deskripsi Strategi Pemecahan Masalah yang Dipilih
Strategi pemecahan masalah yang diterapkan di SMA binaan agar masalah-masalah di atas dapat teratasi adalah dengan menerapkan Total Quality Management.

 Dalam pembinaan kepala sekolah diawali dengan koordinasi agar proses mengintegrasikan (memadukan), menyinkronisasikan, dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Pembinaan kepala sekolah memfokuskan kegiatan supervisi manajerial terhadap kepala sekolah dalam mengelola pencapaian 8 Standar Nasional Pendidikan dan supervisi akademik dalam mengoptimalkan tugas pokok guru, serta memaksimalkan peran tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua siswa, komite sekolah, dan masyarakat.

Fokus utama penerapan Total Quality Management ini adalah pencapaian SMA yang dapat meningkatkan pencapaian akreditasi sekolah, pelatihan guru dalam menyusun PTK, dan penegakkan disiplin sekolah.

2.    Tahapan Pelaksanaan
Penerapan Total Quality Management dalam pembinaan kepala sekolah terdiri atas langkah-langkah berikut.
a.    Koordinasi dengan kepala sekolah tentang program pembinaan yang akan dilaksanakan meliputi: pelatihan pemahaman aspek-aspek akreditasi sekolah, dan penegakkan disiplin sekolah.
b.   Penyusunan jadwal dan rencana kegiatan
Kepala sekolah menetapkan kepanitiaan, jadwal pelaksanaan, membuat rencana anggaran kegiatan, sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Sedangkan pengawas sekolah menyiapkan materi pelatihan, model, dan pendekatan yang akan digunakan.
c.    Implementasi kegiatan
Total Quality Management dilakukan dengan empat langkah kegiatan: (1) peningkatan pencapaian peringkat akreditasi sekolah binaan, dan (2) penegakkan disiplin sekolah. 
d.   Kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi.












BAB II
IMPLEMENTASI BEST PRACTICE

A.    ALASAN PEMILIHAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
Hakikat pekerjaan seorang manajer menurut Gibson, et al. (2009:16-17) adalah mengkoordinasikan tugas individu, kelompok, dan organisasi dengan empat fungsi manajemen, yaitu planning, organizing, leading, dan controlling untuk mencapai tujuan individu, kelompok, dan organisasi secara efektif dan efisien.

Efektivitas kinerja kepala sekolah terletak  pada perencanaan yang tepat dan terukur, pemahaman kondisi saat ini, dan visi yang akan diraih. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu diberdayakan melalui proses Total Quality Management. Dengan dilandasi kondisi beberapa keterbatasan yang dimiliki kepala sekolah sehingga dengan Total Quality Management, maka pembinaan yang mengutamakan empat komponen, yaitu Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, dan  Siswa untuk bersinergi dalam mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi.

Masyarakat akan menilai bahwa sekolah tersebut mempunyai pendidik yang professional, bermartabat, dan sejahtera, peringkat akreditasi sekolah tinggi, dan kondisi sekolah yang kondusif dan menarik. Permasalahan nyata yang sering dialami di SMA binaan adalah kurangnya pengetahuan dan rendahnya minat guru dalam menyusun pengembangan profesi, rendahnya perolehan peringkat akreditasi sekolah, dan lingkungan belajar yang tidak kondusif dan menarik. Dengan demikian, pengawas sekolah sebagai pembina dan pembimbing di SMA binaan memberikan solusi untuk mengatasasi permasalahan dan kesulitan-kesulitan yang ada. Kegiatan yang dilaksanakan pengawas sekolah adalah pelatihan dan pendampingan tentang penyiapan akreditasi sekolah, dan penegakan disiplin sekolah.

B.     IMPLEMENTASI  STRATEGI
Implementasi dari suatu strategi yang diuraikan di atas adalah menggunakan pendekatan Total Quality Management. Dengan adanya koordinasi diharapkan tidak ada pekerjaan yang tumpang tindih. Tanpa koordinasi sulit diharapkan tujuan koordinasi tercapai secara efektif dan efisien. Fungsi koordinasi dalam manajemen dapat diibaratkan seperti orkes simponi yang menghasilkan suara melodi yang merdu.

1.      Pelatihan kepala sekolah dan guru dalam menyiapkan akreditasi sekolah
Pelatihan penyiapan akreditasi sekolah dilaksanakan secara intensif biasanya 6 bulan sebelum pelaksanaan visitasi asesor akreditasi. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut. Langkah-langkah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan ditempuh sebagai berikut.
a.       Penulis menyampaian konsep dan materi akreditasi sekolah melalui workshop.
b.      Pendampingan kepala sekolah dan guru dalam mengisi penilaian evaluasi diri dan menyiapkan bukti fisiknya.
c.       Supervisi, evaluasi, dan tindak lanjut atas kesulitan-kesulitan yang timbul dalam menyiapkan bukti fisik.
d.      Melaksanakan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

        2.      Penegakan Disiplin Sekolah
Penegakan disiplin sekolah dilaksanakan dalam kegiatan supervisi manajerial di beberapa sekolah binaan selama 1 semester. Kegiatan diawali dengan evaluasi diri sekolah khususnya kedisiplinan. Pembuatan program, pakta integritas, dan implementasi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Langkah-langkah pelaksanaan penegakan kedisiplinan ditempuh sebagai berikut.
a.    Narasumber menyampaikan konsep dan materi perlunya penegakan disiplin sekolah antara lain dengan keteladanan melalui rapat seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.
b.   Pendampingan pendidik dan tenaga kependidikan dalam implementasi program penegakan disiplin di sekolah binaan.
c.    Supervisi, evaluasi program pembiasaan positif semua warga sekolah.
d.   Refleksi dan penyempurnaan program kesiswaan terutama kegiatan ekstrakurikuler.

C.    HASIL YANG DICAPAI
        1.      Persiapan Akreditasi.
Pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru dalam menyiapkan menyiapkan akreditasi sekolah secara rutin di SMA Islam NW Al-Azhar Kayangan dari yang sebelumnya adalah TT (Tidak Terakreditasi) berhasil mendapatkan peringkat A.

Tabel 1 : Hasil EDS pada Bulan Mei 2015 Tahun Pelajaran 2014/2015 di SMA Islam NW Al-Azhar
No
Standar
Hasil
1.
Standar Isi
Kurang
2.
Standar Proses
Kurang
3.
Standar Kompetensi Lulusan
Baik
4.
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Baik
5.
Standar Sarana dan Prasarana
Kurang
6.
Standar Pengelolaan
Kurang
7.
Standar Pembiayaan
Baik
8.
Standar Penilaian
Cukup

Melalui rapat dan workshop yang dihadiri oleh Ketua yayasan, Komie Sekolah, Pengawas Pembina, Kepala Sekolah, Guru, dan Karyawan SMA Islam NW Al-Azhar pada bulan Juni 2015 dengan menggunakan Total Quality Management, maka disepakati bahwa dibentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS) dengan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum sebagai Ketua TPS dibantu oleh para koordinator yang membidangi masing-masing Standar Nasional Pendidikan.
Pemantauan dan pembinaan dilakukan oleh Pengawas Pembina setiap hari Sabtu dan direncanakan berlangsung selama 1 semester. Tetapi pembinaan baru berjalan selama 4 bulan, yaitu mulai bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober 2015, Tim Penilai Akreditasi dari BAP S/M sudah melakukan penilaian. Hasil yang diperoleh dari pembinaan ini menurut hasil EDS pada bulan Oktober 2015 sebagaimana pada tabel berikut.
Tabel 2 : Hasil EDS Bulan September 2015 Tahun Pelajaran 2015/2016 di SMA Islam NW Al-Azhar setelah Total Quality Management diterapkan
No
Standar
Hasil
1.
Standar Isi
Sangat Baik
2.
Standar Proses
Sangat Baik
3.
Standar Kompetensi Lulusan
Sangat Baik
4.
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Baik
5.
Standar Sarana dan Prasarana
Baik
6.
Standar Pengelolaan
Baik
7.
Standar Pembiayaan
Sangat Baik
8.
Standar Penilaian
Baik


        2.      Penegakan disiplin sekolah.
Penegakan disiplin mampu menghasilkan perubahan penilaian pihak luar terhadap sekolah yang lebih disiplin, tertib,  dan  lingkungan  yang  rapi  dan  indah. Perolehan hadiah berbagai lomba baik akademik akademik maupun non akademik diperolehnya dan  citra  sekolah   semakin  tinggi,  hal ini menunjukkan  kemajuan  yang  signifikan.

D.    DAMPAK YANG DICAPAI
a.       Terhadap sekolah
1.      Model Total Quality Management dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dan guru  dalam pemahaman dan penyiapan akreditasi sekolah, dan peningkatan disiplin sekolah.
2.      Penjaminan mutu sekolah binaan dapat terbangun secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas.
3.      Keberadaan sekolah akan semakin kokoh karena didukung oleh jumlah guru profesional, bermartabat, dan sejahtera yang selalu meningkat.
4.      SMA binaan suasananya menjadi tertib dan kondusif, serta dengan lingkungan yang asri, indah, teratur, dan bersih.

b.      Terhadap teman sejawat (pengawas sekolah)
1.      Sebagai motivasi bagi teman sejawat untuk meningkatkan supervisi manajerial dan supervisi akademik.
2.      Sebagai inspirasi bagi teman sejawat untuk melaksanakan tupoksi pengawas sekolah dalam memantau 8 SNP
3.      Melaksanakan tupoksi pengawas sekolah pada kompetensi penelitian dan pengembangan terhadap guru binaannya.
4.      Memupuk rasa bangga sebagai pengawas dapat andil meningkatkan keberadaan SMA binaan.

c.       Terhadap Siswa
1.      Perbentuknya rasa bangga bagi semua warga sekolah terutama peserta didik atas prestasi dan hasil yang diperoleh selama ini.
2.      Terbentuknya rasa”sense of belonging” terhadap almamaternya
3.      Peserta didik SMA binaan mempunyai semboyan “tiada hari tanpa prestasi” dan “peningkatan mutu”.
4.      Peserta didik SMA binaan dapat belajar dengan tenang, nyaman, berdisiplin, dan penuh kompetisi untuk maju.

E.     KENDALA YANG DIHADAPI
                  Beberapa kendala yang dihadapi dalam implementasi Total Quality Management ini di antaranya sebagai berikut.
1.      Dari sekolah
a.       Rendahnya fungsi koordinasi sehingga sehingga timbul kesan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah mengakibatkan sulit tercapainya tujuan organisasi.
b.      Beberapa guru masih sulit diajak keluar dari zona nyaman, mereka hanya mengajar tanpa mau terlibat dalam upaya pengembangan sekolah.
c.       Guru mengajar tanpa upaya berinovasi dan melaksanakan tugas tambahan kurang waktu.

2.      Dari teman sejawat (pengawas sekolah)
a.       Masih ada beberapa pengawas mempunyai semangat yang lemah dalam melaksanakan tupoksinya terhadap SMA binaan.
b.      Enam kompetensi yang dimiliki pengawas sekolah masih terbatas sehingga yang bersangkutan mengalami kendala saat melaksanakan supervisi manajerial dan akademik, terutama kompetensi penelitian dan pengembangan.
c.       Terbatasnya waktu dan tenaga karena kebanyakan pengawas sekolah mempunyai beban kerja sekolah dan guru binaan yang terlalu banyak.

3.      Dari Siswa
a.       Sebagian besar masih memiliki disiplin dan semangat belajar yang rendah sehingga harus diawasi guru.
b.      Beberapa SMA binaan lokasinya tidak terjangkau kendaraan umum sehingga mengalami kesulitan transportasi ke sekolah, mengakibatkan peserta didik terlambat.

F.     FAKTOR PENDUKUNG
                  Pendekatan Total Quality Management mengutamakan fungsi koordinasi, karena tanpa koordinasi sulit diharapkan tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien. Faktor pendukung dalam perencanaan, proses, maupun pelaksanaannya sebagai penguat implementasi Total Quality Management di antaranya sebagai berikut.
1.      Dari sekolah
a.       Tersedianya anggaran untuk peningkatan mutu sekolah melalui berbagai pelatihan
dan pengadaan sarana dan prasarana pendukung.
b.      Adanya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang antusias untuk melakukan pengembangan diri dan organisasinya.
c.       Tumbuhnya kesadaran yang tinggi terhadap pelaksanaan tupoksi sebagai perwujudan dari semboyan tiada hari tanpa prestasi.

2.      Dari teman sejawat (pengawas sekolah)
a.       Tumbuhnya peran bahwa pengawas sekolah adalah salah satu penjamin mutu pendidikan, maka melaksanakan tupoksinya adalah kebutuhan.
b.      Adanya anggaran dan penghargaan dalam melaksanakan tugas sehingga semangat meningkatkan keberadaan SMA binaan adalah suatu tantangan dan kesempatan.

3.      Dari Siswa
a.       Sebagian besar siswa antusias dan mendukung terhadap model Total Quality Management yang diterapkan di sekolahnya.
b.      Siswa semakin peduli dan bangga terhadap keberadaan sekolahnya.
c.       Siswa merasa mendapatkan tantangan dan kesempatan untuk berbuat yang lebih baik.

G.    ALTERNATIF PENGEMBANGAN
                  Model Total Quality Management telah terbukti efektif untuk meningkatkan keberadaan SMA binaan melalui pelatihan kepala sekolah dan guru dalam menyiapkan akreditasi sekolah, dan penegakan disiplin sekolah. Selain itu, model ini telah menginspirasi rekan sejawat untuk berinovasi dan mengembangkan peran pengawas sekolah dalam peningkatan SMA binaannya. Alternatif pengembangan sangat dibutuhkan dalam rangka perbaikan dan penerapan model yang lebih baik dalam SMA binaan masing-masing.

Beberapa alternatif pengembangan yang dapat dilakukan adalah :
1.      Pengembangan pada sekolah
a.       Empat jenis pelatihan akan mampu mensinergikan seluruh warga sekolah dalam upaya meningkatkan keberadaan sekolah dan tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
b.      Pelatihan lain perlu terus dikembangkan sesuai kebutuhan.

2.      Pengembangan pada teman sejawat (pengawas sekolah)
a.       Model manajemen Total Quality Management ini telah diadopsi oleh beberapa pengawas sekolah lainnya dalam memberikan pembinaan sekolah binaan.
b.      Model ini juga dikembangkan dalam forum MKPS melalui FGD.

3.      Pengembangan pada Siswa
a.       Penegakan disiplin sekolah menjadi sesuatu yang sangat berguna untuk peningkatan keberadaan sekolah.
b.      Penegakan disiplin sekolah akan berakibat pembelajaran yang menyenangkan, dan kontekstual.








BAB III
PENUTUP

A.    SIMPULAN
Kepala sekolah dan guru harus dapat melaksanakan grand design untuk mencetak peserta didik yang memiliki sikap, pengetahuan, dan ketrampilan unggul dan dapat bersaing di masa depan. Uraian pengalaman melaksanakan tugas kepengawasan yang menarik sebagaimana diuraikan pada bab-bab terdahulu dapat disimpulkan sebagai berikut.
1.    Total Quality Management sebagai alternatif pembinaan kepala sekolah menuju SMA  dilakukan dengan langkah: (1) peningkatan pencapaian peringkat akreditasi sekolah binaan, (2) penegakkan disiplin sekolah;

2.    Hasil implementasi Total Quality Management diperoleh: (1) peringkat akreditasi sekolah yang tinggi, (2) suasana sekolah yang kondusif dan berkarakter tinggi;

3.    Dampak implementasi Total Quality Management sekolah lebih favorit, bermutu, nyaman, dan disiplin. Guru semakin profesional, sejahtera, dan bermartabat.

B.       REKOMENDASI OPERASIONAL
Pengawas sekolah memiliki peran yang signifikan dan strategis dalam proses dan hasil pendidikan yang bermutu di sekolah. Berikut beberapa rekomendasi yang dapat diambil dari best practice Total Quality Management.

1.   Pengawas sekolah harus lebih meningkatkan peran  dalam pemantauan, supervisi,  evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut secara teratur dan berkesinambungan;

2.   Pendekatan sistem Total Quality Management mengedepankan fungsi koordinasi sebagai proses memadukan, menyinkronisasikan, dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien;
DAFTAR  PUSTAKA


Anonim. 2009. Permenegpan RB Nomor 16 tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jakarta.

Depdiknas. 2005. Pengembangan Sistem Manajemen dan Kepemimpinan SMA. Jakarta: Depdiknas.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Permendiknas Nomor 63 Tahun 2009 tentang : Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Sahertian. 2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sallis, Edward. 2006. Total Quality Management in Education. Jogjakarta: IRCiSoD.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Galangpress.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005. Tentang Guru dan Dosen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.



Komentar

  1. Dalam latar belakang harus nampak paparan tambahan data tentang permasalahan pokok mengapa penulis mengambil judul tersebut.

    Pada Bab I... tahapan implementasi terdapat empat langkah namun baru ada dua langkah yang dituliskan.

    Perlu ada pembahasan yg lebih detail keterkaitan antara hasil akreditasi dgn penegakan disiplin warga sekolah. Mana lebih dahulu hasi akreditasi meningkat baru disiplin ataukah sebaliknya.

    BalasHapus
  2. Dalam latar belakang harus nampak paparan tambahan data tentang permasalahan pokok mengapa penulis mengambil judul tersebut.

    Pada Bab I... tahapan implementasi terdapat empat langkah namun baru ada dua langkah yang dituliskan.

    Perlu ada pembahasan yg lebih detail keterkaitan antara hasil akreditasi dgn penegakan disiplin warga sekolah. Mana lebih dahulu hasi akreditasi meningkat baru disiplin ataukah sebaliknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Datu, akan segera diperbaiki. Jangan bosan memberikan saran dan masukan untuk tulisan yang lainnya

      Hapus

Posting Komentar